Skip to content

Teknologi Untuk Indonesia yang Perkasa

16/03/2009

ilustrasi

Saat ini merupakan era teknologi, semua barang yang kita pergunakan berbasis digital dari barang yang harganya murah sampai dengan yang harganya mahal. Sekarang dikehidupan sehari-hari kita tak dapat terlepas dengan apa yang disebut dengan teknologi tersebut. Dengan teknologi setiap orang dapat mempermudah pekerjaannya masing-masing, contohnya saja seorang penjual sayur dipasar menggunakan kalkulator dalam mempermudah penghitungan penjualannya.

Diera 1940an sampai dengan sekarang teknologi mulai berkembang dengan pesatnya, dari era elektronik analog (radio) sampai dengan era digital (komputer) yang saat ini sedang berkembang dengan pesatnya. Dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat itu apakah dampak bagi diri kita, masyarakat, dan kemudian Indonesia? Karena dengan teknologi banyak negara-negara berkembang seperti Indonesia, menjadi kuat dari segi perekonomian maupun ketahanan nasional negara tersebut.

Perkembangan Teknologi di Negara lain.

Mungkin yang dapat kita bandingkan dalam perkembangan teknologi adalah Negara China dan India. Kedua negara tersebut dapat dikatakan sebagai pioneer dalam hal teknologi, mereka menghasilkan produk-produk teknologi yang mudah namun memiliki kualitas yang sangat baik.

Perekonomian China terus bertumbuh hingga rata-rata 7.6% setiap tahunnya dalam jangka waktu lima tahun (1997-2002). Sebagian besar hasil studi ada beberapa faktor bertumbuhnya perekonomian negara komunis itu, yaitu : bidang makro, fiscal, saham, pasar domestik dan meningkatnya “trading” internasional yang membawa pada peningkatan investasi asing. Namun dari beberapa studi ada faktor yang menjadi perhatian yaitu sektor teknologi meliputi bidang telekomunikasi, industri komputer, dan Internet development. China saat ini menjadi “sentral perindustrian global”.

Teknologi dapat memperkuat perekonomian China, hal ini dimulai ketika banyak investasi dibidang IT (Teknologi Informasi) yang masuk ke China yang secara otomatis menyerap banyak tenaga kerja negara mereka sejak 1990-an, yang kemudian China menjadi salah satu pemegang pasar terbesar produk IT di seluruh dunia. Hal ini terjadi karena terjadi korelasi antara investasi, produktifitas tenaga kerja China dan Teknologi. Perkembangan teknologi di China memiliki kontribusi sekitar 30% dari rata-rata perkembangan ekonomi negara mereka.

Selain negara China, kita dapat melihat negara India yang memiliki perkembangan sangat pesat dalam hal software. Industri software India menghasilkan devisa senilai US $ 150 juta pada 1991-1992 yang kemudian bertumbuh sampai US $ 5.7 milyar (ditambah lagi kurang lebih $4 milyar dari hasil ekspor software) pada 1999-2000. Tidak ada Industri India yang berjalan lebih baik dari bidang teknologi ini yang dapat berkompetisi dalam pasar global.

Berdasarkan NASSCOM-McKinsey report, pendapatan dari Industri IT di India pada tahun 2008 adalah senilai US $ 87 milyar, pendapatan tersebut berasa dair 4 sektor, yaitu IT services, produksi software, IT enabled services, dan e-businesses. Bidang teknologi di India semakin bertambah kuat sejak pemerintahan India memfokuskan untuk terus meransang dan mempromosikan industri domestik dan terus menggembangkan masyarakat India yang memiliki potensial menjadi IT entrepreneur.

Teknologi Indonesia

Melihat China dan India yang telah berhasil menggunakan teknologi untuk memperkuat negara mereka masing-masing, bagaimana dengan Indonesia? Indonesia sampai saat ini masih menjadi end user (mempergunakan produk-produk teknologi yang sudah ada dipasaran) dan bukan sebagai produsen dalam teknologi. Teknologi membawa pengaruh yang sangat besar dalam segala kegiatan, termasuk dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berazaskan pada kesejahteraan.

Pemerintah Indonesia bukan tidak peduli dengan perkembangan dan potensi teknologi di negara kita tercinta ini. Kita memiliki tokoh yang memiliki kompetensi dalam bidang teknologi seperti bapak Prof Dr. Ing. B.J. Habibie, yang kemudian beliau membentuk sebuah lembaga non-pemerintah pada tahun 28 Januari 1974 atas gagasan Soeharto, yaitu BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). BPPT memiliki fungsi dan tugas dalam hal pengkajian dan penerapan teknologi di Indonesia,baik teknologi dirgantara, pertanian, maupun Teknologi Informasi yang sangat berkembang saat ini.

Pada tahun 2003 pemerintah Indonesia melalui BPPT, Depkominfo, dan lembaga lainnya melakukan program e-Government dan menggalakkan budaya OSS (Open Source Software). e-Government merupakan program dari pemerintah untuk melakukan sentralisasi sistem informasi pemerintahan guna menciptakan good governance dan clean government. Dan program OSS diimplementasikan dalam “Indonesia, go open source” (IGOS), program tersebut merupakan usaha untuk mengatasi permasalahan mahalnya produk-produk IT di pasaran. Kedua program ini dilaksanakan untuk menjawab tantangan global dibidang teknologi khususnya teknologi informasi di Indonesia.

Namun dalam perjalanannya, program-program tersebut belum dapat dikatakan berjalan dengan baik. Dari kebijakan-kebijakan yang telah dilakukan pemerintah belum menunjukkan sesuatu yang kongkrit dalam membangun negara dan bangsa ini melalui sektor teknologi seperti China dan India, ditambah lagi dengan masih sedikitnya SDM yang berkompetensi dalam bidang teknologi. Padahal teknologi informasi dapat memberikan peranan yang penting jika dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, yaitu :

  1. Meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
  2. Meningkatkan daya saing bangsa.
  3. Memperkuat kesatuan dan persatuan nasional.
  4. Mewujudkan pemerintahan yang transparan.
  5. Meningkatkan jati diri bangsa di tingkat internasional.

Bagaimana Indonesia memperkokoh bidang teknologi dan kemudian menjadi perkasa dalam bidang teknologi? Berikut merupakan uraian guna mencapai hal tersebut :

  1. Empat unsur utama dalam pengembangan Teknologi adalah akademisi, konsumen, pelaku bisnis, dan pemerintah.
  2. Pada era globalisasi penggunaan E-Govt mutlak sangat diperlukan untuk mewujudkan good governance dan clean government.
  3. Penggunaan Teknologi dalam sistem pemerintahan atau E-Govt yang tepat dan terintegratif dapat mempersatukan negara kesatuan Republik Indonesia.
  4. Terus kembangkan produk-produk teknologi Indonesia.
  5. Pemerintah harus berkoordinasi dalam hal pengembangan teknologi dengan setiap instansi yang ada didalamnya.
  6. Segera lakukan Industrialisasi Teknologi..!!!!

-Sekian-

Oleh : Saut J Tambunan

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: