Skip to content

Indonesia Mengalami Sindrom Kecelakaan dalam Berfikir

18/02/2009

Saat ini Indonesia sedang diramaikan dengan hadirnya seorang anak dan batu ajaibnya yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Ponari dari Jombang, ia menemukan batu yang konon dianggap ajaib dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Mendengar isu tersebut maka beribu-ribu masyarakat Jombang sampai yang berasal dari luar kota Jombang berduyun-duyun mengantri untuk mendapatkan pengobatan dari Ponari yang dilakukan dengan cara memasukkan batu ajaib tersebut dalam air yang kemudian diberikan kepada para pasien Ponari. Akibat terlalu banyak pasien yang harus dilayani maka mengganggu aktivitas Ponari dimana seharusnya Ponari belajar dan bermain dengan teman-teman sebayanya, hari-hari Ponari kini dipenuhi dengan kesibukan melayani para pasien yang tidak sedikit jumlahnya.

Tetapi saat ini mungkin Ponari mungkin tak perlu khawatir lagi karena telah muncul lagi “Ponari” yang baru diJombang. Namanya Slamet, ia melakukan pengobatan dengan media air yang telah diberi doa. Slamet menyatakan anaknya yang bernama Dewi telah menemukan batu ajaib yang diisukan merupakan saudara dari batu yang dimiliki oleh Ponari. Jika batu yang dimiliki Ponari dihuni oleh roh halus yang bernama “Rono” maka yang dimiliki oleh Dewi anak Slamet bernama “Rani” dan mereka (batu ajaib) tersebut adalah saudara.

Sungguh miris rasanya melihat realita masyarakat Indonesia, masih banyak masyarakat yang terlalu percaya kepada dukun, roh halus, dan semacamnya. Mungkin dikota Jombang tidak perlu lagi ada dokter ataupun perawat karena telah ada Ponari dan Slamet serta Dewi yang memiliki batu ajaib yang dipercaya dapat menyembuhkan segala penyakit lewat media batu dan air.

Apakah yang sebenarnya terjadi terhadap sebagian masyarakat Indonesia ini? Apakah ada yang salah dalam cara masyarakat kita dalam berfikir? Sehingga masih ada mayarakat yang salah dalam menjalani hidupnya. Menurut saya masih banyak masyarakat yang mengalami “kecelakaan dalam berfikir”, dan kita yang masih sadar akan realita kehidupan bersosial harus tetap dapat berfikir jernih melihat keadaan ini dan kemudian mungkin memberikan pencerahan kepada yang tersesat dalam arah berfikir. (bangsaut.red)

Ponari - Rono

Ponari - Rono

Slamet- Dewi - Rani

Slamet- Dewi - Rani

3 Komentar leave one →
  1. sealead permalink
    20/02/2009 12:59 AM

    ut,,,,gmana klo kita cari modal buat usulin ke ponari atau dewi, bikin produk baru namanya
    PONARI SWEAT, ya,,,saiangan ma pocari sweat gt…
    lebih berkhasiat
    hahahhahaha

    • bangsaut permalink
      20/02/2009 8:49 PM

      Boleh juga…. tapi kemasannya terlalu mahal klo pake kaleng, kan yang mengkomsumsi air itu dari masyarakat menengah kebawah…..

      jadi sebaiknya pake kemasan gelas aja…. mereknya ponarides….
      gmana?

  2. Rio Rinelko permalink
    17/03/2009 12:20 AM

    wah_judul yang bagus.
    kecelakaan dalam berfikir .
    tapi gw pribdai gak ngeliat istilah kesalahah pahaman dalam berfikir tersebut dalam masyarakat Indonesia .karena masih banyak suku-suku dan budaya di indonesia yang masih memegang erat kepercayaan tersebut .

    gw lebih ngelihat kepada biaya fasilitas rumah sakit di indonesia .tampak jelas di sini bahwa masyarakat kecil di desa-desa nan jauh di sana yang memerlukan kesehatan dan pengobatan hingga perawatan yang layak dan terhormat.

    nah,seharus nya pemerintah sadar jelas akan hal ini .
    di mana dengan pengobatan gratis ala Ponari,masyarakat berduyun duyun untuk datang berobat menyembuhkan penyakit yang mereka derita .
    karena apa ?
    karena kalo mereka datang ke RS ato puskesmas milik pemerintah apalagi swasta..mereka tak sanggup membayar biaya Rumah sakit yang diluar saku mereka .
    lebih baik mereka datang dan minta bantuan ke ponari dan teman2 untuk menyembuhkan penyakit mereka dengan ikhlas dari hati paling dalam.

    nah,inilah kecelakaan sebenarnya…
    hehehehee!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: